Kementerian Perdagangan bersama Trade Facilitation Office Canada (TFO Canada) menyelenggarakan Workshop Diseminasi Program Climate Resilient Agro-Food Trade Promotion Support (CRAFTS) di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (9/6). Kegiatan dihadiri lebih dari 100 pelaku usaha dari sektor kakao, rempah, perikanan, sarang burung walet, dan agro-pangan lainnya secara luring maupun daring. Workshop dibuka oleh Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid dan menghadirkan Perwakilan Kedutaan Kanada di Indonesia Sue Wiebe dan Project Manager TFO Canada Mahmud Hossain sebagai pembicara. Program CRAFTS merupakan inisiatif strategis Pemerintah Kanada yang akan berjalan selama 5 tahun (2026–2031). Program ini menyasar 100 UKM agro-pangan, 4 Trade Support Institutions (TSI), dan 10 Agri-Food Technology Providers (ATP) di Indonesia, dengan fokus pada penguatan layanan pendampingan ekspor, ketahanan iklim, digitalisasi bisnis, serta pemberdayaan pelaku usaha perempuan dan kelompok rentan. Para UKM peserta akan mendapatkan pelatihan kesiapan ekspor, asistensi teknis, akses platform TFO Canada, hingga fasilitasi pertemuan bisnis langsung (B2B) dengan importir Kanada. Melalui program ini, Indonesia dan Kanada memperkuat ekosistem ekspor agro-pangan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kemitraan bisnis yang lebih luas.

