Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Deden Muhammad F.S. berbicara pada webinar “Style Meets Standard: Understanding the Digital Product Passport (DPP) in the fashion Industry for the UK Market” pada Rabu, (22 Juli). Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai kebijakan DPP, tahapan penerapannya, serta langkah-langkah strategis yang perlu disiapkan oleh pelaku usaha nasional. Direktur Deden menyampaikan, kesiapan pelaku usaha nasional dalam menghadapi perubahan regulasi di pasar tujuan ekspor menjadi hal yang strategis untuk diperkuat. Uni Eropa tengah mengembangkan kebijakan Digital Product Passport (DPP) sebagai bagian dari implementasi Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR) yang mulai berlaku sejak 2024. Kebijakan ini mewajibkan setiap produk memiliki identitas digital yang memuat informasi komprehensif terkait komposisi, asal bahan, rantai pasok, dampak lingkungan, serta siklus hidup produk. Implementasi DPP akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2027, dengan sektor tekstil dan mode sebagai prioritas awal. Webinar dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Raya, Irlandia dan IMO Desra Percaya; dengan narasumber pendiri brand Nobody's Child, Andrew Xeni dan Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI), Anne Patricia Sutanto, serta dipandu oleh moderator Atase Perdagangan London Ayu Siti Maryam. Andrew Xeni membahas tentang memahami Digital Product Passport secara praktis, lini waktu penerapan, persyaratan data, dan apa yang akan diharapkan oleh retail dan konsumen di Inggris dari supplier. Adapun Anne Patricia Sutanto memaparkan bagaimana industri Indonesia dapat bersiap dalam penerapan prinsip ketertelusuran, sertifikasi, dan standard global.

