Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, Miftah Farid berbicara pada Webinar Adaptasi Produk Ekspor “Kiat Sukses Ekspor Kopi Melalui Pameran Internasional", Selasa (4/8). Webinar menghadirkan dua narasumber, yakni Atase Perdagangan Brussels, Lusyana Halmiati, dan Direktur Utama PT Inti Gravfarm Indonesia, Lucy Tedjasukmana. Direktur Miftah menyampaikan, nilai ekspor kopi Indonesia menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025 sebesar USD 2,513 miliar dengan volume 511.182 ton, tumbuh 53,4% secara nilai dan 61,4% secara volume dibanding 2024. Capaian ini masih banyak dipengaruhi tingginya harga kopi robusta global. Miftah mengingatkan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak bisa hanya bertumpu pada momentum harga, namun juga membutuhkan hubungan dagang jangka panjang, jaringan pembeli yang luas, dan daya saing produk. Di sinilah pameran internasional berperan strategis. Menurut Atdag Brussels Lusyana Halmiati, Uni Eropa merupakan konsumen kopi terbesar dunia (24% konsumsi global, 5,7 kg/orang/tahun) dengan nilai impor EUR 18,7 miliar pada 2025. Tren pasar saat ini bergerak ke specialty & premium coffee, sertifikasi keberlanjutan, dan origin story. Catatan penting dalam partisipasi Indonesia pada World of Coffee Brussels 2026 lalu, pengunjung sangat tertarik pada rasa dan cerita kopi Indonesia, tetapi banyak yang mengaku belum terlalu mengenalnya. Sementara menurut Lucy dari PT Inti Gravfarm Indonesia, setiap pasar memiliki karakter berbeda. Untuk itu, ia memperkenalkan kerangka kerja K.I.A.T. dalam memperkenalkan pameran internasional, yakni Kenali pasar dan regulasi, Ikatan kepercayaan lewat pameran, Atur narasi dan konsistensi mutu, Target tindak lanjut terjadwal. Pameran internasional Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada Oktober mendatang untuk pertama kalinya akan menghadirkan Hall Kopi, Teh, Kakao terintegrasi sebagai peluang menjangkau buyer mancanegara tanpa harus ke luar negeri.

