Sebanyak 17 perusahaan Indonesia akan ikut serta dalam The 14th China Food Trade Fair 2026 pada 28–31 Maret 2026 di Wuhan International Expo Center, Tiongkok. Paviliun Indonesia dikunjungi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi pada Minggu (29 Maret). Partisipasi ini merupakan hasil sinergi Kementerian Perdagangan RI; Kementerian Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM) RI; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; dan Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC). Paviliun Indonesia seluas 90 m² dengan menampilkan buah tropis, rempah-rempah, porang, dan kopi; produk kelautan seperti boga bahari (seafood) dan karagenan; produk herbal seperti kratom dan spirulina; sarang burung walet; makanan olahan lainnya; serta jasa perbankan. Dirjen Puntodewi mengungkapkan, dengan potensi pasar Tiongkok yang sangat besar, Kemendag optimistis kerja sama antar pelaku usaha kedua negara akan terus berkembang dan membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia untuk tumbuh secara global. Sepanjang 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar USD 67,04 miliar. Besi dan baja, nikel, lignit, serta batu bara menjadi komoditas utama ekspor Indonesia ke Tiongkok. Sementara itu, khusus sektor pangan olahan, Indonesia ekspor ke Tiongkok dengan nilai sebesar USD 386,48 juta pada 2025. Produk-produk yang paling diminati, yakni biskuit manis (sweet biscuits), wafel dan wafer, pasta, serta agar-agar buah.

