Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi bertemu Dewan Kakao Indonesia, Asosiasi Kakao Indonesia, serta pelaku usaha kakao membahas partisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, bertempat di1 kantor Kementerian Perdagangan Jakarta pada Rabu, (29 April 2026). Pertemuan membahas kondisi industri kakao nasional, termasuk perkembangan produk kakao olahan dan kakao artisan (bean to bar) yang mulai tumbuh. Produk kakao memiliki nilai tambah lebih tinggi dan memiliki peluang pasar segmen premium dan specialty. Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula tantangan ekspor kakao, antara lain ketatnya standar mutu di negara tujuan serta tingginya biaya logistik yang mempengaruhi daya saing produk di pasar global. Dirjen Puntodewi mendorong penguatan hilirisasi produk kakao dan peningkatan kualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Selain itu, pelaku usaha kakao diharapkan dapat memanfaatkan hall tematik KoTeKa (Kopi, Teh, Kakao) pada TEI 2026 sebagai sarana promosi, perluasan jejaring buyer, serta penguatan branding produk kakao Indonesia di pasar global. Pemerintah juga akan terus mendorong fasilitasi business matching dan promosi ekspor guna meningkatkan daya saing kakao Indonesia di pasar internasional. Turut hadir dalam pertemuan ini Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid, serta Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Bayu Nugroho.

