Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) PT Dan Liris dengan Bee-First Co., Ltd Jepang senilai USD 1 juta untuk produk Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), secara daring pada Jumat, (17 April). Dirjen Puntodewi menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini tidak hanya mencerminkan kesepakatan bisnis semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar global, khususnya untuk produk fesyen dan aksesoris bernilai tambah. Jepang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai USD 32,08 miliar pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 17,61 miliar. Khusus sektor TPT, Jepang menjadi pasar tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia dengan nilai mencapai USD 1,02 miliar atau 8,53% dari total ekspor TPT nasional. Tren ekspor produk fesyen Indonesia menunjukkan kinerja positif. Ekspor pakaian jadi Indonesia pada tahun 2025 mencapai USD 8,7 miliar dengan⁷ pertumbuhan sebesar 3,3%, seiring meningkatnya permintaan pasar Jepang terhadap produk apparel dalam beberapa tahun ke depan. Pada kesempatan ini turut hadir Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka serta Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.

