Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi melepas ekspor perdana 250.000 unit obat pereda nyeri dengan merek Tylenol senilai Rp2,4 miliar ke Korea Selatan, bertempat di PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) Jakarta, Jumat, (13/2). Pelepasan ekspor ini merupakan bukti kemampuan Indonesia dalam perannya di rantai pasok global. PT IHI merupakan bagian dari Kenvue Inc., perusahaan asal Amerika Serikat yang menaungi berbagai merek perawatan tubuh dan obat-obatan global. Pelepasan ekspor perdana produk PT Integrated IHI ini merupakan hasil fasilitas kawasan berikat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hal ini menunjukkan kesiapan perusahaan dalam memanfaatkan fasilitas pemerintah untuk meningkatkan daya saing, efisiensi produksi, serta memperluas pasar ekspor. Dirjen Puntodewi menyampaikan apresiasi dan dukungannya agar PT IHI dapat terus memperluas pasar ekspor seiring dengan kian meningkatnya permintaan produk farmasi di dunia. Kinerja ekspor farmasi Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif yakni sebesar 7,63% selama 5 tahun terakhir, dengan nilai ekspor mencapai USD 737,22 juta di tahun 2025. Turut hadir pada pelepasan ekspor, Presiden Direktur PT IHI, Teerasak Luewirat; Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq; dan Kepala Seksi PKC V KPPBC Halim, Derry Arifin.

