Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, didampingi Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer dan Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, mengunjungi UMKM produsen cokelat bean-to-bar, Terve Chocolate (CV Mimpi Masa Kecil Anak Indonesia), di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (18 Agustus). Terve merupakan produsen cokelat yang mengolah biji kakao fermentasi berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia menjadi produk cokelat bernilai tambah, dengan mengedepankan karakter dan cita rasa khas kakao Nusantara. Produk Terve antara lain Single Origin Chocolate, Mix Single Origin, Houseblend Block, Dark Chocolate, Milk Chocolate, White Chocolate, cocoa mass, dan chocolate couverture. Terve juga mengembangkan produk dengan cita rasa khas Indonesia, seperti Tempeh Spicy, Rendang Padang, Moringa & Sumba Canary, dan Golden Turmeric. Produk-produk tersebut telah dipasarkan ke pasar ekspor, antara lain Jepang dan negara-negara Eropa. Terve turut memberikan manfaat bagi pengembangan ekosistem kakao Indonesia melalui kemitraan langsung dengan petani di berbagai daerah. Selain menyerap kakao petani, Terve memberikan pelatihan terkait fermentasi, peningkatan keterampilan, dan praktik berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas biji kakao. Upaya tersebut sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah kakao Indonesia dari komoditas menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi. Dalam mendukung pengembangan kapasitas dan akses pasar ekspor, Terve telah mengikuti Export Coaching Program (ECP) 2025 dan memperoleh fasilitasi booth pada pameran dari ITPC Milan dan ITPC Sydney. Terve juga aktif mengikuti berbagai pameran internasional, seperti SIAL Paris, Salon du Chocolat Paris, Chocoa Amsterdam, Tutto Food Milan, World of Coffee Asia, dan Japan Food Export Fair, untuk memperluas jejaring buyer dan distributor di pasar global.

