Search

Kemendag pada Workshop Program Multi-stakeholder Forestry Programme Phase 5 (MFPs)

  Dengarkan Berita Ini


Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Arief Wibisono menjadi narasumber dalam workshop program Multi-stakeholder Forestry Programme Phase 5 (MFPs) yang diselenggarakan di Bogor pada Rabu (11 Maret). Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan Inggris yang bertujuan mendukung tata kelola serta pengelolaan hutan Indonesia, sekaligus memperkuat perdagangan internasional dan domestik produk hasil hutan secara berkelanjutan. Workshop yang diinisiasi oleh Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri (HKLN) Kementerian Kehutanan tersebut membahas penyelarasan strategi kemitraan internasional untuk memperkuat pengakuan pasar global terhadap produk hutan lestari Indonesia. Fokus diskusi mencakup penguatan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) serta peran Indonesia dalam Broader Market Recognition Coalition (BMRC). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai Kementerian dan Lembaga, antara lain Kementerian Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, serta tim MFPs. Melalui diskusi panel, para narasumber membahas target capaian Indonesia pada periode 2026–2027 di tingkat internasional dan domestik di sektor kehutanan, serta langkah-langkah percepatan tindak lanjut kebijakan dan kolaborasi lintas sektor. Pada kesempatan ini Arief Wibisono menyampaikan berbagai program Kemendag yang mendukung pengembangan ekspor produk hasil hutan berkelanjutan, termasuk melalui program Desa Bisa Ekspor sebagai ekosistem dari desa dengan tujuan menciptakan nilai tambah, memperluas akses pasar global, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Workshop ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan global terkait perdagangan produk hutan berkelanjutan serta mendorong pengakuan pasar internasional terhadap sistem legalitas dan tata kelola hutan Indonesia.