Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi membuka pameran SIAL Food and Drinks sebagai upaya memperkuat promosi produk pangan Indonesia dan memperluas akses pasar internasional di JIEXpo Kemayoran Jakarta pada Rabu (4 Nov). Kegiatan ini menjadi platform bisnis yang mempertemukan pelaku usaha, eksportir, importir, dan distributor untuk menjajaki peluang kerja sama di industri makanan dan minuman. Dalam sambutannya, Dirjen Puntodewi menekankan pentingnya inovasi, daya saing, dan penguatan branding agar produk pangan Indonesia semakin dikenal dan dipercaya konsumen dunia. Pameran internasional juga menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk membangun kemitraan jangka panjang dan mengembangkan peluang ekspor yang konkret. Kinerja ekspor produk makanan olahan Indonesia menunjukkan tren positif. Pada Januari–Agustus 2026, nilai ekspornya mencapai USD 4,49 miliar, tumbuh 13,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Amerika Serikat, Filipina, dan Malaysia menjadi tiga negara tujuan utama dengan pangsa pasar gabungan sebesar 38,97 persen. Kementerian Perdagangan terus mendorong perluasan akses pasar dan memfasilitasi pelaku usaha Indonesia agar semakin siap bersaing di pasar global. Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui fasilitasi partisipasi pelaku usaha Indonesia dalam SIAL Food Shanghai 2026 untuk menjajaki peluang bisnis di pasar Tiongkok dan negara lainnya. Melalui partisipasi dalam pameran internasional, produk pangan Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya di pasar global serta membuka peluang kemitraan

