Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan, Deden Muhammad FS, menjadi narasumber pada Indonesia Forestry and Woodworking Innovation Conference (IFWIC) 2026 di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (28 Juli). Mengusung tema "Strengthening Indonesia's Competitiveness through Industrial, Trade, and Forestry Policies", Direktur Deden memaparkan berbagai strategi penguatan daya saing industri manufaktur Indonesia, khususnya sektor furnitur, dalam menghadapi dinamika perdagangan internasional yang semakin kompetitif. Menurut Deden, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan ekspor produk furnitur seiring meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk yang berkualitas, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah tinggi. Industri furnitur nasional perlu terus bertransformasi dari sekadar bersaing pada aspek harga menuju penguatan kualitas, desain, inovasi, dan nilai seni sebagai keunggulan kompetitif. Selain itu, Deden menekankan pentingnya kesiapan industri dalam menghadapi berbagai regulasi perdagangan global, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR). Penguatan sertifikasi, digitalisasi rantai pasok, serta kepatuhan terhadap standar internasional menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan akses pasar ekspor. Di sisi promosi perdagangan, Kementerian Perdagangan terus membuka peluang pasar melalui berbagai program fasilitasi ekspor, antara lain promosi dagang, business matching, pemanfaatan platform InaExport, serta partisipasi dalam berbagai pameran internasional, termasuk China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. IFWIC 2026 merupakan wadah kolaborasi antara pelaku industri, penyedia teknologi, dan institusi pendidikan vokasi untuk membahas berbagai tantangan strategis industri kehutanan dan pengolahan kayu. Forum ini membahas isu-isu mulai dari pemenuhan bahan baku berkelanjutan, perkembangan regulasi pasar global, hingga adaptasi teknologi produksi dan digitalisasi industri.

