Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan Ari Satria membuka webinar Peluang Fesyen dan TPT Indonesia di Arab Saudi “Unlocking the Saudi Market” pada Kamis (16 Juli). Webinar ini akan membahas potensi produk fesyen dan tekstil Indonesia di pasar Timur Tengah, sekaligus memperkenalkan peluang partisipasi dalam Saudi Fashion & Tex Expo 2026. Sebagai narasumber adalah dan Atase Perdagangan Riyadh Zulvri Yenni dan fashion designer di Riyadh, Hafrina Muchlis. Direktur Ari menyampaikan bahwa transformasi ekonomi Arab Saudi melalui Saudi Vision 2030 telah mendorong pertumbuhan industri fesyen yang semakin dinamis dan membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia. Forum ini sangat relevan untuk membantu pelaku usaha fesyen Indonesia memahami peluang, tren, serta kebutuhan pasar Arab Saudi secara lebih dekat. Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, menjelaskan bahwa Arab Saudi merupakan salah satu pasar paling prospektif di Timur Tengah dengan jumlah penduduk sekitar 38,9 juta jiwa, di mana sekitar 70 persen berusia di bawah 35 tahun. Dominasi generasi muda dengan daya beli tinggi menjadikan pasar fesyen Arab Saudi berkembang pesat dan semakin terbuka terhadap produk internasional yang memadukan kualitas, desain, dan nilai budaya. Kementerian Perdagangan terus memperluas akses pasar produk fesyen Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Salah satunya melalui partisipasi Indonesia pada Saudi Fashion & Tex Expo 2026. Saudi Fashion & Tex Expo merupakan salah satu pameran dagang terbesar di Arab Saudi yang mempertemukan pelaku industri fesyen, tekstil, alas kaki, aksesori, dan produk kulit dengan buyer, distributor, retailer, serta mitra bisnis dari berbagai negara. Pameran akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Jeddah Center for Exhibitions & Events (JCEE).

