Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Bayu Nugroho membuka webinar “Kesiapan Produk Sektor Perhutanan Indonesia: Menyambut Implementasi EU-DR dan I-EU CEPA” pada Rabu, (19 Agustus). Webinar bertujuan untuk mendorong peningkatan pemahaman dan kesiapan pelaku usaha sektor perhutanan Indonesia dalam menghadapi implementasi EUDR dan perkembangan kerja sama perdagangan melalui I-EU CEPA, sekaligus memperkuat akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa. European Union Deforestation Regulation (EUDR) merupakan regulasi Uni Eropa yang bertujuan memastikan komoditas dan produk tertentu yang dipasarkan di Uni Eropa tidak berasal dari lahan yang mengalami deforestasi atau degradasi hutan. Uni Eropa merupakan salah satu pasar tujuan ekspor produk sektor perhutanan indonesia sehingga kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi ketentuan ketertelusuran dan persyaratan EUDR sangat penting. Webinar dihadiri oleh Country Director Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia, Paulus Tallulembang. Narasumber dalam webinar adalah Hartono Prabowo yang menyampaikan materi terkait EUDR dan FSC dan Indra Setia Dewi yang membahas tentang sertifikasi FSC. Turut hadir sebagai penanggap Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Kehutanan Ade Mukadi, serta perwakilan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur. Dalam kegiatan ini, turut disampaikan informasi terkini mengenai Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) oleh Kementerian Kehutanan. SVLK merupakan sistem mandatori yang diterapkan di Indonesia untuk memastikan legalitas dan kelestarian hasil hutan serta menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pemenuhan persyaratan perdagangan produk kehutanan di pasar internasional.

