Kementerian Perdagangan terus meningkatkan ekspor produk manufaktur ke wilayah Timur Tengah melalui kegiatan penjajakan bisnis. Pada 3-6 Agustus 2026, Kemendag memfasilitasi pembeli asal Arab Saudi, Al Nahar United Trading dalam kunjungan tindak lanjut penjajakan bisnis daring pada 13 Juli lalu. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Ditjen PEN Kemendag bersama Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah. Al Nahar United Trading melakukan kunjungan untuk meninjau fasilitas produksi dan menjajaki kerja sama dengan 7 perusahaan tekstil nasional yang berlokasi di Jakarta dan Bandung Jawa Barat. Adapun produk yang diminati adalah kain untuk abaya, kerudung, dan niqab. Dari rangkaian penjajakan bisnis tersebut, berhasil diperoleh sales confirmation dengan total nilai mencapai USD411.017 atau sekitar Rp8,26 miliar. Al Nahar United Trading merupakan perusahaan perdagangan dan manufaktur asal Arab Saudi yang telah beroperasi sejak 2007. Perusahaan ini mengoperasikan dua pabrik di Arab Saudi, satu pabrik di Uni Emirat Arab, serta lebih dari 40 gerai ritel yang tersebar di Arab Saudi. Kebutuhan bahan baku tekstil perusahaan tersebut sebagian besar dipenuhi melalui impor dari Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Namun, seiring meningkatnya minat terhadap produk tekstil Indonesia, perusahaan mulai menjajaki peluang dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu sumber pasokan baru bagi kebutuhan produksinya.

