Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan, bekerja sama dengan Artistry Rights Kollektive, tengah memfasilitasi keikutsertaan kreator Indonesia pada URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 yang berlangsung di COEX Hall D1, Seoul, Korea Selatan, pada 30 Juli–2 Agustus 2026. URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 merupakan salah satu pameran art toys dan intellectual property (IP) terbesar di Korea Selatan yang mempertemukan kreator, brand, buyer, kolektor, serta pelaku industri kreatif dari berbagai negara. Melalui kehadiran Indonesia pada ajang ini, Kemendag berupaya memperluas akses pasar internasional bagi produk kreatif nasional sekaligus meningkatkan eksposur karya dan IP lokal di pasar global. Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Husodo Kuncoro Yakti, menyampaikan bahwa pameran ini menjadi salah satu jembatan penghubung antara Indonesia dan Korea. Pameran ini mempertemukan kreativitas, inovasi dan ekspresi budaya para artis Indonesia dengan preferensi dan pasar di Korea yang akhirnya menjadi penggerak ekonomi. Untuk mendukung upaya promosi tersebut, Indonesia menghadirkan 21 kreator terpilih yang telah melalui proses kurasi oleh Kemendag, ITPC Busan, dan Artistry Rights Kollektive. Para peserta menampilkan karya dan karakter orisinal kepada pengunjung internasional, yaitu IKY, Rhoald, Abraham Derri, Mirfak, Arief Witjaksana, TOYKKYO, Henky, Beastnolyze, Bea, Skudeye, Royes, ULUM, Arya Mularama, Button Eyes, Edmoon, Kathox, Rozi Permana, Fivust, Mang Moel, Authentic Remixes, dan Ghawean Dhewe. Para kreator Indonesia juga akan dipromosikan melalui kolaborasi dengan Urban Break dan berbagai komunitas kreatif di Korea Selatan guna meningkatkan eksposur karya dan intellectual property (IP) Indonesia di kalangan publik Korea. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama, memperluas akses pasar, serta memperkuat posisi produk kreatif Indonesia di pasar global. Partisipasi Indonesia pada ToyCon Seoul 2026 diharapkan dapat mendorong pengembangan dan komersialisasi intellectual property karya anak bangsa sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi besar di sektor ekonomi kreatif.

