Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) menjadi narasumber dalam Talkshow Bincang Inspiratif Peluang Usaha bertema “Ekspansi Tanpa Batas: Langkah Cerdas UMKM Memulai Ekspor” di Smesco Exhibition Hall, Jakarta, Jumat (23/10). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) dalam rangkaian Indonesia Quarantine Expo (IQExpo) 2026 untuk memperingati Hari Karantina ke-149 dan HUT ke-3 Barantin. Dalam paparannya yang bertajuk “Membuka Pintu Pasar Dunia: Strategi Akses Pasar dan Fasilitasi Ekspor bagi UMKM Indonesia”, Ketua Tim Perkebunan, Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer, Kemendag, Irman Adi Putranto, menyampaikan perkembangan ekspor nonmigas Indonesia yang tumbuh 5,48 persen pada Januari–Agustus 2026. Irman menjelaskan bahwa peluang ekspor terbuka bagi berbagai komoditas Indonesia, termasuk produk pertanian, perikanan, perkebunan, dan makanan olahan. Pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional, seperti Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), untuk memperoleh keringanan tarif bea masuk di negara tujuan. Kemendag turut mendorong UMKM memanfaatkan layanan konsultasi dan pendampingan ekspor secara gratis melalui Export Center. Selain itu, pelaku usaha dapat mengoptimalkan platform InaExport dengan melengkapi profil perusahaan dan katalog produk untuk memperluas peluang promosi serta menjangkau calon pembeli melalui jaringan Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri. Sebagai tindak lanjut, DJPEN bersama Barantin akan mendorong pengembangan potensi produk unggulan UMKM peserta melalui program pembinaan ekspor lanjutan, antara lain Export Coaching Program dan Desa BISA Ekspor. Upaya ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kesiapan ekspor, memenuhi persyaratan pasar tujuan, dan memperluas jangkauan pemasaran produk Indonesia. Talkshow ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, Barantin, pelaku UMKM, dan Bank Syariah Nasional. Diskusi membahas pengalaman menembus pasar global, strategi pengembangan usaha, persyaratan karantina tumbuhan atau Sanitary and Phytosanitary (SPS), serta dukungan pembiayaan ekspor untuk memperkuat daya saing UMKM Indonesia di pasar internasional.

