Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi memberikan sambutan pada peluncuran Trade for Resilient, Inclusive and Sustainable Economic Growth (TRISEG) di Gedung Kementerian Perdagangan, pada Selasa (3 Oktober). Program ini merupakan kerjasama Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bersama Trade Facilitation Office (TFO) Canada. TRISEG merupakan program lima tahun yang bertujuan memperkuat daya saing dan kesiapan ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia serta memperluas akses ke pasar internasional, khususnya Kanada. Dalam sambutannya, Dirjen Puntodewi mengatakan bahwa program TRISEG dapat menjadi katalis untuk memperkuat ekspor Indonesia ke Kanada sekaligus menghubungkan lebih banyak UMKM Indonesia dengan pasar global. TRISEG memberikan dukungan melalui penguatan kapasitas, kesiapan ekspor, informasi pasar, digitalisasi, strategi pemasaran, serta koneksi dengan pembeli internasional. Di Indonesia, program ini menargetkan dukungan kepada 200 UMKM, dengan 67 persen di antaranya merupakan usaha yang dimiliki atau dipimpin oleh perempuan dan kelompok yang kurang terwakili lainnya. Program ini didanai oleh Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada dan dilaksanakan bersama oleh Ditjen PEN dan TFO Canada, bekerja sama dengan mitra kelembagaan di negara-negara peserta.

