Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Deden Muhammad Fajar Siddiq membuka Focus Group Discussion Penyusunan Market Intelligence Produk Outdoor Furniture secara daring pada Jumat (13 Maret). Kegiatan ini merupakan kerja sama Kemendag dengan SIPPO (Swiss Import Promotion Programme), serta asosiasi industri di antaranya HIMKI dan ASMINDO, dalam rangka mendukung peningkatan ekspor produk furnitur. Direktur Deden menyampaikan bahwa Kemendag melalui Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional terus memfasilitasi penyediaan informasi pasar yang akurat dan berkualitas melalui kolaborasi internasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing eksportir dalam memenuhi sertifikasi global dan memperluas jangkauan pasar furnitur Indonesia ke pasar-pasar potensial baru. Sektor furnitur merupakan salah satu produk ekspor potensial yang menghadapi dinamika global antara lain tantangan standar keberlanjutan seperti EUDR dan juga persaingan harga dengan negara kompetitor. Hal ini memberikan tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi industri furnitur nasional. Hasil diskusi menekankan pentingnya standarisasi laporan Market Intelligence yang lebih ringkas dan aplikatif bagi pelaku usaha. Fokus utama ke depan mencakup pemetaan struktur harga yang kompetitif, analisis jalur distribusi untuk penetrasi ke buyer, serta pemanfaatan instrumen digital untuk memantau tren desain global secara real-time.

