Search

Dorong Ekspor Daerah, Dirjen PEN Melakukan Audiensi Dengan Wakil Bupati Banyuwangi

  Dengarkan Berita Ini


Dalam rangka mendorong penguatan ekspor dan pengembangan potensi produk unggulan daerah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Banyuwangi, pada (28 Agustus). Banyuwangi memiliki sejumlah komoditas potensial untuk dikembangkan ke pasar global, antara lain produk perikanan, kopi, dan kelapa. Industri pengolahan hasil perikanan di kawasan Muncar menjadi salah satu kekuatan daerah dengan dukungan bahan baku, industri pengolahan, dan akses pasar ekspor. Selain perikanan, kopi Banyuwangi terus berkembang dari produksi rakyat menuju specialty coffee, roasting, dan produk olahan. Sementara itu, komoditas kelapa memiliki peluang hilirisasi yang luas, mulai dari gula kelapa, VCO, santan, dan tepung kelapa hingga produk berbasis sabut dan tempurung. Disampaikan Dirjen Puntodewi, Kemendag mendorong potensi tersebut terus dikembangkan melalui agenda “Dari Lokal untuk Global”, antara lain melalui program UMKM BISA Ekspor, Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, dan Campuspreneur. Pelaku usaha juga didorong memanfaatkan business matching, business pitching, INAExport, serta berbagai fasilitasi pengembangan produk dan pasar ekspor. Selain itu, pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional dan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, menjadi peluang bagi pelaku usaha Banyuwangi untuk memperluas jejaring dan akses pasar global. Kemendag bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen memperkuat sinergi agar produk unggulan daerah tidak hanya memiliki daya saing di pasar domestik, tetapi juga semakin mampu memenuhi standar dan permintaan pasar global