Search

Ditjen PEN Perkuat Kolaborasi Pusat, Daerah, dan Pelaku Usaha untuk Akselerasi Ekspor Berbasis Kewilayahan

  Dengarkan Berita Ini


Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi membuka Forum Koordinasi Program Pengembangan Ekspor Berbasis Kewilayahan Wilayah Kalimantan dan Bali–Nusa Tenggara yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (16/7). Forum dihadiri oleh kepala dinas yang membidangi perdagangan dari provinsi di Pulau Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara, serta pelaku usaha yang telah siap ekspor maupun memiliki potensi ekspor dari wilayah masing-masing. Forum ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan program pengembangan ekspor dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak nyata terhadap peningkatan ekspor nasional. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menegaskan bahwa pengembangan ekspor Indonesia harus berangkat dari kekuatan daerah. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik ekonomi, komoditas unggulan, tingkat kesiapan pelaku usaha, dan tantangan yang berbeda sehingga memerlukan strategi pengembangan yang berbeda pula. Forum koordinasi dirancang bukan hanya sebagai media penyampaian program, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi dan diskusi untuk menyusun langkah bersama dalam mempercepat peningkatan ekspor daerah. Seluruh direktorat teknis di lingkungan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional hadir memberikan paparan mengenai berbagai program yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah maupun pelaku usaha. Forum tersebut dipandu oleh Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid. Sebagai narasumber adalah Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Bayu Nugroho, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ari Satria, Emma Dwi Suryanti mewakili Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, dan Singgih Sugianto mewakili Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer. Para peserta memperoleh informasi menyeluruh mengenai layanan pengembangan ekspor, mulai dari penyediaan informasi pasar, peningkatan kapasitas eksportir, pengembangan produk, business matching, promosi dagang internasional, hingga fasilitasi akses ke pasar global.