Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid memimpin Diskusi Kelompok Terpumpun Diversifikasi Pasar dan Produk Sarang Burung Walet yang diselenggarakan di kantor Kementerian Perdagangan, pada Rabu (15 Juli). Kegiatan ini menghadirkan para pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha untuk merumuskan strategi pengembangan ekspor sarang burung walet (SBW) Indonesia melalui diversifikasi produk dan perluasan pasar ekspor. Melalui FGD ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan lembaga riset dalam mewujudkan roadmap pengembangan industri sarang burung walet yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah, diversifikasi pasar, serta penguatan daya saing ekspor Indonesia di pasar internasional. FGD dihadiri oleh Vice Chancellor MarkPlus Institute,Jacky Mussry; perwakilan PT Asia Pratama Walindo (Perwakilan PPSBI), Eddy Wijaya; Ketua Umum Perkumpulan Eksportir Komoditas Indonesia Tiongkok (PEKIT), Mulyanto; Asosiasi Peternak dan Pedagang Sarang Walet Indonesia (APPSWI),Sunu Kuntjoro; Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan UMKM GAPMMI, Irwan S. Widjaja; Peneliti Ahli Madya Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Suratno; Dosen Divisi Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Sukarno; perwakilan Heavenly Nest, Marlienna; perwakilan Direktorat Hilirasi Peternakan Kementerian Pertanian, serta Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian.

