Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi menjadi pembicara kunci pada seminar “Navigating Our Future Together: Boosting Export Growth Through AI” yang diselenggarakan IBC Australia Chapter Jakarta bekerja sama dengan Universitas Trisakti bertempat di Jakarta, Kamis (16 Apr). Dalam kesempatan ini, Dirjen Puntodewi menegaskan pentingnya memperkuat strategi perluasan ekspor di tengah tantangan global, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung kesiapan ekspor pelaku usaha nasional. Dirjen PEN menyampaikan bahwa Australia memiliki posisi penting dalam strategi perluasan ekspor Indonesia, didukung oleh implementasi IA-CEPA yang membuka akses pasar lebih luas bagi produk Indonesia. Terkait pemanfaatan AI, Dirjen PEN menegaskan harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil pelaku usaha, khususnya UMKM, mulai dari membaca tren pasar, memahami preferensi konsumen, memperkuat promosi, hingga meningkatkan ketepatan komunikasi dengan buyer internasional. Berbagai instrumen penguatan ekspor juga disiapkan Kemendag, antara lain UMKM BISA Ekspor, Cek Ekspor, dan Campuspreneur. Selanjutnya, Dirjen PEN juga mengundang seluruh mitra strategis untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, sebagai panggung promosi strategis bagi produk Indonesia di pasar global. Seminar ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan perwakilan lembaga, antara lain perwakilan Trisakti Marketing Club (TMC), Eric Pradjonggo; President ASBF, Kristoforus Hendra Djaya; President IBC Australia, Josep Rustam; Rektor Universitas Trisakti, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA; serta Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya.

