Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi memberikan sambutan pada the 2nd Indonesia–Japan Environment Week 2026 di Jakarta pada Selas, (12 Mei). Dalam sambutannya, Dirjen Puntodewi mengapresiasi kolaborasi antara ASEAN–Japan Centre dan seluruh mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah strategis untuk mempererat dialog, kemitraan, serta kerja sama bisnis kedua negara di bidang keberlanjutan. Pengembangan ekonomi sirkular bukan hanya sebagai agenda lingkungan, tetapi juga sebagai peluang strategis di bidang perdagangan dan investasi. Transformasi limbah menjadi sumber daya, material daur ulang menjadi produk ekspor, serta teknologi berkelanjutan menjadi solusi industri akan menjadi bagian penting dalam rantai nilai global di masa depan. Indonesia dan Jepang memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan investasi berkelanjutan. Melalui rangkaian kegiatan Indonesia–Japan Environment Week 2026, diharapkan tercipta peluang bisnis konkret, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas ekspor produk bernilai tambah dan berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang. Pada kesempatan tersebut, turut dipamerkan delapan produk unggulan Indonesia terpilih dari Good Design Indonesia (GDI) yang diharapkan mampu terus beradaptasi dengan standar produk berkelanjutan dan tren pasar global masa depan. Selain seminar dan pameran, Kementerian Perdagangan RI juga akan menyelenggarakan kegiatan Business Matching Session pada 13 Mei 2026 di Auditorium Kementerian Perdagangan. Kegiatan tersebut mempertemukan pembeli dan investor Jepang dengan perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor produk daur ulang, produk berkelanjutan, solusi waste-to-energy, serta bahan baku daur ulang.

