Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menerima Ketua KADIN Komite Swiss dan Liechtenstein Francis Wanandi di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, pada Senin (6 Juli). Pertemuan strategis ini membahas optimalisasi potensi ekspor Indonesia ke pasar Swiss. Pada pertemuan dipetakan empat sektor potensial yang diminati pasar Swiss dengan standar kualitas tertinggi (best quality), yaitu kopi spesialti, cokelat artisan, produk kelautan, serta furnitur dan produk dekorasi rumah ramah lingkungan. Kemendag dan KADIN bersepakat untuk mengatasi hambatan perdagangan, mulai dari dorongan sertifikasi berbasis kluster guna menekan biaya, hingga pemetaan pelaku usaha lokal yang siap menembus pasar Eropa secara langsung tanpa perantara pihak ketiga. Pertemuan Dirjen PEN dan KADIN Komite Swiss-Liechtenstein menegaskan bahwa kepercayaan dan kualitas premium menjadi kunci utama produk Indonesia untuk bersaing di pasar Swiss. Sebagai langkah konkret, para pelaku usaha dan perwakilan Swiss akan didorong untuk hadir dalam Trade Expo Indonesia (TEI) mendatang, khususnya untuk mengoptimalkan potensi industri furnitur dan handicraft. Kemendag bersama KADIN berkomitmen memaksimalkan peran Trading House Indonesia dan koordinasi intensif dengan Perwakilan Perdagangan (Perwadag) di luar negeri demi mempermudah jalur logistik produk setengah jadi (semi-finished product) Indonesia.

