Search

Dirjen PEN Menerima Audiensi APSyFI dan API

  Dengarkan Berita Ini


Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi menerima audiensi Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, pada Selasa (3 Februari). Pertemuan bertujuan untuk memperkuat strategi promosi ekspor serta mendorong transformasi Indonesia dari produsen menjadi pemilik merek (brand owner) di sektor tekstil dan garmen. Langkah ini dipandang penting untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Dirjen PEN menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong penguatan promosi produk TPT Indonesia di pasar global. Penguatan branding juga dinilai perlu didukung melalui penyelenggaraan pameran tematik, zonasi produk, serta dilengkapi seminar dan forum bisnis yang relevan. Perwakilan Asosiasi menilai kemitraan perdagangan seperti Trans-Pacific Partnership berpotensi menjadi jalur strategis dalam memperluas akses pasar, mengingat perjanjian tersebut dapat menurunkan hambatan tarif ke negara-negara anggota. Selain itu, optimalisasi energi baru terbarukan (EBT) dalam proses produksi juga dipandang dapat memperkuat citra keberlanjutan produk Indonesia di mata buyer internasional. Turut mendampingi dalam audiensi tersebut, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq.