Balikpapan, 8 Oktober 2026 – Kementerian Perdagangan melalui Export Center Balikpapan bekerja sama dengan Direktorat Perundingan ASEAN dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai menyelenggarakan webinar bertajuk “Strategi Menembus Pasar Tiongkok dan Pemanfaatan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN–Tiongkok (ACFTA)” pada Kamis (8/10). Perwakilan Direktorat Perundingan ASEAN Kemendag memaparkan perkembangan kerja sama perdagangan ASEAN–Tiongkok, termasuk ACFTA 3.0 Upgrade yang ditandatangani pada 28 Oktober 2025. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kerja sama perdagangan yang lebih inklusif, modern, komprehensif, dan saling menguntungkan melalui fasilitasi perdagangan, ekonomi digital, standardisasi produk, serta pengembangan ekonomi hijau. Sementara itu, Kepala ITPC Shanghai menyampaikan strategi menembus pasar Tiongkok, mulai dari perkembangan dan karakteristik pasar, peluang ekspor produk Indonesia termasuk dari Kalimantan, hingga langkah praktis pengembangan akses pasar. ITPC Shanghai juga memberikan dukungan kepada eksportir melalui pitching produk, business matching, dan fasilitasi pameran. Dalam paparannya, ITPC Shanghai mengungkapkan bahwa 90,8 persen pasokan nonmigas Indonesia ke Tiongkok berupa bahan baku dan penolong, dengan pembeli utama berasal dari sektor industri atau manufaktur. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk menjadi pemasok kebutuhan industri Tiongkok. Sebagai tindak lanjut, Export Center Balikpapan akan berkoordinasi dengan ITPC Shanghai untuk memfasilitasi pitching produk dan business matching bagi pelaku usaha yang berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-41 pada 14–18 Oktober 2026. Upaya ini bertujuan mempertemukan eksportir dengan calon pembeli potensial guna membuka peluang kerja sama dan transaksi ekspor ke Tiongkok.

