Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi melepas ekspor 57,6 ton kopi robusta produksi PT Sumber Kurnia Alam ke Italia di Bandar Lampung, Lampung, Selasa (1/9). Ekspor tersebut bernilai USD198 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar. Puntodewi mengatakan, ekspor tersebut menunjukkan daya saing kopi Indonesia sekaligus kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang pasar internasional. Kemendag terus mendorong perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing produk kopi Indonesia melalui berbagai program pengembangan ekspor. “Pelepasan ekspor hari ini menunjukkan produk kopi Indonesia memiliki daya saing yang kuat dan mampu menyesuaikan dengan selera pasar internasional. Kemendag terus berkomitmen mendukung penetrasi produk-produk unggulan Indonesia ke pasar global,” ujar Puntodewi. Menurut Puntodewi, pengembangan kopi perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat rantai nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari petani, pengolah, roastery, industri, hingga konsumen akhir. Penguatan ekosistem tersebut diharapkan semakin meningkatkan nilai tambah dan daya saing kopi Indonesia di pasar global. Kemendag juga terus memperluas akses pasar melalui perjanjian perdagangan internasional serta memfasilitasi penjajakan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan mitra potensial di berbagai negara. Sepanjang Januari–Juli 2026, sebanyak 546 kegiatan business matching yang difasilitasi 46 perwakilan perdagangan di 33 negara menghasilkan transaksi potensial sebesar USD275,61 juta. Ekspor kopi robusta ke Italia ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat eksistensi kopi Indonesia di pasar global sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan nasional.

