Kementerian Perdagangan terus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menjadi wirausaha berdaya saing global melalui penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis kampus. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri secara daring dalam Pelantikan Akbar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) se-Sumatera Selatan yang diselenggarakan di Ballroom Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (5 Agustus). Menurut Wamendag, di tengah dinamika perdagangan global yang makin kompetitif, Indonesia membutuhkan makin banyak generasi muda yang tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga memiliki visi membawa produk Indonesia ke pasar dunia. Untuk itu, Kementerian Perdagangan terus memperkuat Program Campuspreneur sebagai wadah pembinaan wirausaha muda berbasis kampus yang berorientasi ekspor sejak dini. Turut hadir dalam pelantikan yaitu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Fajarini Puntodewi, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Sugih Rahmansyah, pimpinan perguruan tinggi, pengurus HIPMI Perguruan Tinggi se-Sumatera Selatan, serta ratusan mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, Dirjen PEN Fajarini Puntodewi mengajak mahasiswa membangun usaha yang inovatif, adaptif, dan memiliki orientasi ekspor. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta jejaring yang kuat sebagai fondasi membangun usaha yang tangguh. Sebagai bentuk dukungan terhadap lahirnya eksportir baru, Kementerian Perdagangan menghadirkan berbagai program pengembangan ekspor, antara lain UMKM Berani Adaptasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, dan Campuspreneur. Program-program tersebut memberikan pendampingan mulai dari pengembangan produk, peningkatan kapasitas, desain dan penjenamaan (branding), sertifikasi, promosi, business matching, hingga akses pasar internasional melalui 46 perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Ke depan, Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia akan menggandeng 10 perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan guna melahirkan generasi eksportir muda.

