Kementerian Perdagangan menggelar Webinar Adaptasi Produk Ekspor bertajuk “Membuka Akses Pasar Kanada untuk Produk Kakao dan Turunannya” pada Kamis, (18 Juni). Webinar ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai peluang pasar, persyaratan akses pasar, standar mutu, serta strategi pengembangan ekspor produk kakao dan turunannya ke Kanada. Kegiatan dibuka Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid dengan menghadirkan narasumber antara lain Atase Perdagangan Ottawa Mahdewi Silky, Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO) Jeffrey Haribowo, serta Peneliti Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Noor Arifandie. Dalam sambutannya, Direktur Miftah menyampaikan bahwa kakao merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang menunjukkan kinerja positif. Pada 2025, ekspor kakao dan produk turunannya mencapai USD 3,497 miliar, tertinggi sepanjang sejarah, dan menempatkan Indonesia sebagai eksportir kakao terbesar ketujuh di dunia. Menurut Miftah, struktur ekspor kakao Indonesia saat ini didominasi produk olahan seperti cocoa butter, cocoa powder, dan cocoa paste. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan hilirisasi industri kakao nasional, sekaligus membuka peluang peningkatan ekspor produk cokelat olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Kanada merupakan salah satu pasar potensial bagi produk kakao Indonesia. Selama periode 2021–2025, ekspor kakao Indonesia ke Kanada tumbuh rata-rata 41,3 persen per tahun. Namun demikian, pelaku usaha perlu memahami berbagai persyaratan yang berlaku, seperti pelabelan bilingual, standar keamanan pangan, serta tuntutan terhadap aspek keberlanjutan dan ketertelusuran rantai pasok. Kemendag, melalui Ditjen PEN, terus mendukung peningkatan daya saing produk kakao antara lain melalui program adaptasi produk ekspor, pengembangan desain dan kemasan, pendampingan sertifikasi, business matching, serta penyediaan informasi pasar melalui platform INAEXPORT. Selain itu, Kemendag juga memanfaatkan berbagai kerja sama internasional, termasuk program Climate Resilient Agri-Food Trade Promotion Support (CRAFTS) yang didukung Pemerintah Kanada untuk memperkuat kapasitas ekspor dan akses pasar pelaku usaha Indonesia.

