Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi menerima audiensi Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta pada Rabu (21 Jan). Audiensi tersebut membahas penguatan promosi ekspor produk furnitur, mebel, dan kerajinan nasional melalui Trade Expo Indonesia (TEI) sebagai salah satu instrumen strategis yang terus dioptimalkan. Pada kesempatan ini Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur menyampaikan sejumlah isu utama dalam pengembangan , antara lain aspek keberlanjutan (sustainability), green financing, penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR), ketersediaan bahan baku, serta pemenuhan standar dan regulasi global. Dirjen PEN menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong penguatan promosi produk furnitur, mebel, dan kerajinan Indonesia di pasar global. Melalui TEI 2026 dengan spesifik berbasis produk dan ekosistem industri diharapkan mampu meningkatkan efektivitas promosi serta pelaksanaan kegiatan business matching. Sektor furnitur, mebel, dan kerajinan saat ini menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, dengan nilai ekspor mencapai sekitar USD 3 miliar dan tingkat pertumbuhan sekitar 6 persen. Amerika Serikat masih menjadi pasar utama dengan pangsa sekitar 54 persen dari total ekspor sektor tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq.

